IDI RAYEUK – Nurdin alias Din Minimi mengatakan kelompoknya kembali terlibat baku tembak dengan tim kepolisian di Dusun Tualang Gedong, Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Rabu, 18 November 2015, pagi.

Beutoi na kejadian nyan, rame ijak Brimob bunoe. Untuk anggota kamoe hana yang korban (benar ada kejadian itu, banyak personil Brimob tadi. Untuk anggota kami tidak ada yang menjadi korban),” kata Din Minimi saat diwawancarai portalsatu.com lewat telpon seluler sekitar pukul 16.00 WIB.

Din Minimi meminta pihak Polres Aceh Timur tidak memburu kelompoknya lagi. “Kamoe lake bak Polres Aceh Timur bek ilee neu peukaru kamoe. Kamoe menyoe kana tekanan lage nyoe bek sampe kejadian hana mangat enteuk,” kata Din Minimi dalam bahasa Aceh.

Pimpinan kelompok bersenjata di Aceh Timur ini mengatakan tidak ada manfaat jika polisi memburu dirinya. Sebab, kata Din Minimi, permasalahannya saat ini bukan dengan pihak kepolisian.

Kepue iyak let-let kamoe hana manfaat, enteuk yang na jeut keu korban. Inti jih kamoe bek jie peukaru ilee,” ujar mantan kombatan ini.

Sementara itu, hingga Rabu sore ini, portalsatu.com belum berhasil memeroleh konfirmasi dengan pihak Polres Aceh Timur terkait kejadian di kawasan Tualang Geudong itu.[]