BANDA ACEH – Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin maju. Berbagai inovasi di bidang teknologi terus muncul. Aplikasi jejaring berbagi terus bermunculan mulai dari berbagi potongan kalimat, foto, sampai berbagi video. Namun siapa sangka inovasi di bidang teknologi itu bisa datang dari anak Aceh yang masih sangat muda.
Bernama lengkap Avanda Alvin, pria kelahiran Lhokseumawe 24 Juni 1999 ini sudah mampu menciptakan situs berbagi video yang serupa dengan Youtube. Uniknya pria yang masih duduk di bangku SMA ini menciptakan situs tersebut dari hasil belajar otodidak.
Nama situs garapan Alvin adalah alvintube.com yang merupakan situs berbagi video mirip Youtube. Bahkan situs ini memiliki berbagai kelebihan yang tak dimiliki Youtube seperti fitur unduh.
“Alvintube.com itu adalah web dimana orang bisa menikmati konten dalam bentuk video streaming bahkan bisa download langsung dari web tesebut,” ucap Alvin kepada portalsatu.com, Kamis 6 April 2017.
Alvin menjelaskan bahwa seluruh video yang ada dalam situs tersebut bukanlah diupload langsung oleh dirinya namun ia bekerjasama langsung dengan pihak Youtube sebagai penyedia jasa web alternatif.
“Isi konten di dalamnya bukan murni berasal dari alvintube.com atau pengelola, semua konten yang berisikan tentang entah itu video, lagu dan lainnya di import dari Youtube dan Soundcloud menggunakan bahasa pemograman, jadi tidak ada satu konten pun yang Alvin upload ke alvintube.com itu melainkan harus upload ke Youtube dulu agar tersedia di alvintube.com,” kata dia.
Pun demikian situsnya itu memiliki kelebihan lain seperti bisa langsung unduh. Sedangkan keuntungan untuk pemilik video yang mengunggah adalah langsung menambah viewer postingan tersebut. Situs tersebut pun sudah mengantongi izin dari Youtube sebagai mitra.
“Alvintube.com sudah ada izin dari Youtube. Tanpa adanya izin dari youtube, alvintube.com juga tidak dapat menggunakan fasilitias ini,” kata Alvin.
Membuat situs yang demikian bukanlah perkara mudah. Ia sudah menggeluti dunia komputerisasi dan internet sejak masih di bangku sekolah dasar. Sampai kemudian ia mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari kerja kerasnya itu.
“Udah dari SD belajar itu. Dulu waktu SMP di asrama. Saya di pesantren terpadu Ulumuddin, Uteunkot, Cunda, Lhokseume. Dulu sering cabut (bolos) untuk ke warnet,” kata Alvin sembari tertawa kecil mengenang masa lalunya.
Ternyata kerja kerasnya dalam hitungan tahun itu berbuah hasil. Kerja kerasnya pun terbayar. Ia kini memiliki penghasilan tetap yang cukup lumayan dari web tersebut.
“Cukuplah penghasilannya. Alhamdulilah dibayar pakai kurs dolar,” kata Alvin.
Meski demikian, kerja kerasnya itu kerap disepelekan orang. Alih-alih mendapat apresiasi ia bahkan dituduh yang tidak-tidak karena memiliki penghasilan besar di usia yang masih sangat muda.
“Hahaha iya, ada yang tuduh saya jual narkobalah ada yang bilang berjudilah. Padahal ini murni dari iklan dan kerjasama dengan Youtube,” kata dia.
Ia pun mengatakan profesi yang ia geluti sekarang kerap dipandang sebelah mata oleh orang. Padahal untuk membuat web sedemikian rupa ia harus memeras otak dan butuh kerja keras dalam waktu yang sangat lama. Alvi harus belajar bahasa pemograman yang katanya sangat rumit. Ia juga harus mempertahankan situsnya tetap berada dalam halaman pertama mesin pencari.
“Kalau usaha tentu sangat berat. Ngak ada yang instan. Saya juga mau berterimakasih kepada kawan saya yang di pulau seberang sana, berkat dia saya belajar banyak khususnya di bidang pemograman,” ucap Alvin.
Kerja kerasnya itu bahkan tidak dilihat oleh orang lain. Orang-orang menggap ia berhasil tanpa proses, padahal usaha yang ia lakukan cukup berat. Ia pun sempat dituduh memuat konten terlarang dalam situs tersebut.
“Baru-baru ini saya dituduh upload video porno dalam situs itu padahal itu jelas-jelas konten dari Youtube. Kalau pun ada kata kunci yang aneh-aneh itu kelakuakuan pengunjung web. Youtube pun akan menghapus video-video yang dianggap terlarang seperti video yang memuat unsur ponografi,” kata dia.
Meski demikian, pria yang Lahir di Uteun Bayi ini tak pernah memiliki dendam dengan orang-orang yang menfitnah dirinya. Meski kadang-kadang ia merasa heran mengapa ia ditudung demikian.