BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengakui kerap terlambat memberikan informasi kepada publik jika terjadi gempa. 

“Kita diamanatkan untuk lima menit pertama setelah kejadian itu, kita diminta menginformasikannya,” kata Kelompok Operasional BMKG Stasiun Mata Ie, Akbar, kepada portalsatu.com, Jumat, 6 November 2015.

Ia menerangkan tentang keterlambatan informasi tentang gempa itu terjadi karena proses jalannya komunikasi. Selain itu, kata dia, BMKG juga tidak memiliki daftar nomor instansi untuk mengirimkan informasi tersebut.

“Kita memang sudah ada peraturannya, tidak boleh lebih dari lima menit untuk menghasilkan parameternya, tapi sekarang terkendala di destinasi itu, dan sekarang sedang diupayakan biar efektif itu seperti apa,” katanya.[]

Laporan: Fira Zakya