BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, meminta masyarakat khususnya pemuda berada di garda terdepan dalam menjaga desa mereka, khususnya pada isu Lesbian Gay Biseksual dan Transgender atau LGBT.
Hal itu disampaikan Illiza dalam sambutannya saat menghadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Muttaqin, Gampong Peunayong, Banda Aceh malam tadi, Selasa, 23 Februari 2016.
Ia mengatakan, misi utama yang diemban Nabi Muhammad SAW adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Namun seiring dengan perkembangan zaman, hari ini persoalan moral sudah sangat mengkhawatirkan, mulai dari anak punk, aliran sesat, hingga fenomena Lesbian Gay Biseksual Trangender (LGBT) yang akhir-akhir ini mencuat, kata Illiza.?
?Saya berharap para pemuda bangkit untuk berada di garda depan dalam menjaga gampong. Khusus soal LGBT, jika keberadaan mereka terdeteksi di gampong ini, saya minta pemuda untuk mengumpulkan dan mendata mereka, kita akan bina mereka agar kembali ke jalan yang benar. Kebenaran itu harus diungkap walau terkadang pahit, katanya.
Dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Illiza juga mengapresiasi pemuda Gampong Peunayong dalam menghidupkan syiar Islam, salah satunya dengan mengambil momentum peringatan Maulid Nabi. Cita-cita besar kita semua adalah mengembalikan kejayaan Islam seperti di masa lalu.
Jika kita rindukan kota ini menjadi baik, maka kita harus perbaiki dulu kualitas diri kita, keluarga, dan gampong kita masing-masing. Dan yang terpenting bagaimana kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Jika itu kita lakukan, maka Allah pasti akan membantu kita, katanya.
Menurut Illiza, pembangunan kota secara besar-besaran tidak ada gunanya jika tidak diimbangi dengan pembangunan manusianya. Iman hilang di dalam dada itu persoalan serius.? Sejatinya hidup itu adalah pilihan, tinggal kita mau memilih jalan yang baik atau jalan yang buruk,” katanya.[](ihn)