IDI RAYEK – Anggota DPRK Fraksi Nasdem, Sofiyan Affan, meminta pertamina turun tangan ke setiap pangkalan gas elpiji di Aceh Timur. Pasalanya gas elpiji 3 kg lang di tiga kecamatan setempat.
Kelangkaan gas tersebut tejadi di Kecamatan Simpang Ulim, Pente Bidari, dan Kecamatan Madat, diduga karena disembunyikan oleh oknum agen.
Berdasarkan laporan dari masyarakat ada berbagai indikasi yang terjadi sehingga gas elipiji 3kg dalam kecamatan ini sering langka. Salah satu laporan yang kita terima adalah pihak pangkalan sengaja mencopot segel dengan dalih gas elpiji kosong, pencabutan ini sengaja dilakukan supaya bisa dijual untuk pengecer dengan harga yang lebih tinggi, ujar Sofiyan Affan kepada portalsatu.com, Rabu 24 Februari 2016.
Selaku perwakilan Rakyat , dia sangat menyayangkan atas ulah oknum agen yang beraksi semata untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan nasib masyarakat lainnya.
Sikap yang seperti itu sangat kita sayangkan mengingat pemerintah telah menginstruksikan agar masyarakat tidak membeli elpiji pada pengecer / kios dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi(HET) akan tetapi lebih baik membeli di SPBU2 dengan tujuan masyarakat lebih mudah mendapatkan elpiji dan sesuai dg ketetapan Rp.16.000, kata Sofiyan.
Terkait permasalahan ini, Soffyan berharap kepada pihak pertamina untuk memberikan sanksi tegas kepada pangkalan yang melakukan aksi illegal itu. Selain itu juga dia menegaskan akan terus mengawasi kinerja setiap pangkalan gas elpiji yang beroperasi diwilayah Aceh Timur.
Harapan saya kepada agen dan para pangkalan jangan coba-coba mengelabui masyarakat karena itu hak mereka masyarakat miskin. Dan jika ada pangkalan yang melanggar ini maka pihak pertamina harus memberikan sanksi dan kami siap mengambil sikap dalam waktu dekat untuk menelusuri kasus ini, katanya.[](tyb)