NEW YORK – Perempuan nomor satu di Turki, Emine Erdogan, menyatakan kebenciannya terhadap respon internasional yang lemah untuk upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu di negaranya.
“Beberapa negara yang kita kenal sebagai teman luput dari mengutuk kudeta itu secara terbuka,” katanya pada diskusi panel yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Perempuan Turki (TIKAD) di Harvard Klub, New York, Amerika Serikat, Kamis 22 September 2016.
Ibu Negara Turki ini mengatakan, tindakan teman-teman lebih penting daripada musuh di saat krisis, dan menekankan bahwa pemerintah Turki semata-mata tergantung pada rakyatnya.