BANDA ACEH – Modus penipuan akhir-akhir ini semakin beragam. Para penipu yang ingin mencari keuntungan dengan cara haram mulai mempraktikan cara-cara unik dalam menjarah harta korbannya. Itulah yang dialami Muhammad Iqbal, warga Bayu, Aceh Utara.
Kepada portalsatu.com, ia bercerita tentang modus penipuan baru yang mengandalkan kepercayaan korban serta kebiasaan masyarakat umum dalam bisnis kilang padi. Kejadian itu bermula ketika Muhammad Iqbal bersama ayahnya, Jafar, sedang berkerja di kilang padi milik mereka 17 Januari 2016 lalu. Saat itu datang seorang pemuda menawarkan padi untuk dijual ke kilang mereka.
“Wate nyan i peugah na padee, tapi payah jak cok keudeh (Saat itu dia mengakui ada padi, tapi harus diambil ke suatu tempat),” kata Iqbal, di sebuah kedai kopi, Banda Aceh, Senin, 25 Januari 2016.
Tapi saat itu, pelaku meminta uang di muka. Tersangka pelaku mengaku ingin membayar perontok. Namun, Jafar selaku pemilik kilang tidak serta merta mempercayai pemuda tersebut.
“Pane na ta pateh laju man, meutaturi tan, meunyoe ka turi nyan ka biasa lake peng laju awai (tidak langsung percaya, kenal saja tidak. Kalau sudah kenal itu hal biasa memberikan uang muka),” kata Iqbal.
Niat penipu ternyata tidak surut. Setelah berbincang cukup lama akhirnya pelaku meminta uang Rp300 ribu sebagai uang muka tanda transaksi jadi.
“Geu peugah le Ayah geu yu jok peng 300 ribe leuh nyan geuyu cok pade bak long ngen moto dua ngen si gam nyan (Ayah memerintahkan untuk memberikan uang 300 ribu itu seterusnya meminta saya untuk mengambil padi dengan mobil berdua dengan pemuda tersebut),” lanjut Iqbal.
Iqbal yang saat itu sudah mencium gelagat aneh pelaku mulai curiga. Ia pun menghafal plat kendaraan pelaku. Kendaraan yang dipakai pelaku adalah motor matic Vario dengan plat BL 6102 QU.