LHOKSEUMAWE – Sejak Jalan Simpang KKA Aceh Utara-Bener Meriah selesai diaspal setahun lalu, banyak sepeda motor dan mobil melewati jalur tersebut. Pasalnya, lintasan itu dinilai lebih dekat dan tidak banyak tikungan dibandingkan jalur Bireuen-Aceh Tengah.

Namun, pengemudi harus hati-hati, karena ada titik rawan kecelakaan yaitu daerah menurun puncak Gunung Salak.

Informasi diperoleh portalsatu.com, tanjakan paling panjang dan terjal di kawasan Jabal Antara, Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, yaitu mencapai empat kilometer. Jaraknya hanya 10 kilometer dari perbatasan Aceh Utara dengan Kecamatan Permata, Bener Meriah  yang berada di Kilometer 42.

Bagi yang melintasi jalur itu, jalan menanjak maupun menurun harus hati-hati. Apabila tidak mahir gunakan rem maupun gear, rem mobil bisa jebol sehingga rawan kecelakaan.

“Setiap hari, apalagi di musim libur seperti saat ini, banyak kendaraan roda empat yang terpaksa berhenti di bawah Gunung Salak usai turun dari lintasan terjal itu, karena kampas rem panas sampai mengeluarkan asap, bahkan tak kurang juga ban mobil pecah  imbas dari rem yang terlalu panas,” ujar Zainuddin alias Nek Din, (49), warga Jabal Antara,  Jumat 30 Juni 2017.

Kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk pick-up (pikap) angkut sayur itu, rem mobil akan panas bahkan bisa jebol, jika pengereman dilakukan terus menerus dalam waktu lama, terutama saat melaju di jalan menurun seperti yang kerap dialami pelintas puncak Gunung Salak.

“Sebaiknya saat turun gunakan gear satu atau dua, untuk menahan laju mobil di kawasan menurun panjang.  Kalau sudah terlanjur panas, berhenti dan matikan mesin mobil, tunggu sekitar setengah jam. Kemudian siram bagian rem yang panas dengan air,” kata Nek Din.

Kebetulan, kata dia, di bawah Gunung Salak tepatnya satu kilometer sebelum tanjakan terjal ada sebuah warung makan warga. Biasanya di lokasi itu sering berhenti mobil untuk sekadar mendinginkan rem yang panas.

“Di warung itu sudah tersedia air bersih lengkap dengan timba. Bila kampas rem sudah panas, silakan berhenti disitu, jangan coba-coba melanjutkan perjalanan sebelum kampas rem mobil benar-benar dalam kondisi normal,” ujar Nek Din.[]