BANDA ACEH - Partai Hanura Aceh mengadakan rapat koordinasi daerah menyeluruh dalam rangka penguatan organisasi dan struktur kepartaian, Selasa, 25 Juli 2017. Rakorda ini dihadiri…
BANDA ACEH – Partai Hanura Aceh mengadakan rapat koordinasi daerah menyeluruh dalam rangka penguatan organisasi dan struktur kepartaian, Selasa, 25 Juli 2017. Rakorda ini dihadiri oleh perwakilan DPP, seluruh pengurus DPD, perwakilan DPC, anggota DPR dan ormas sayap partai.
Ketua DPD Hanura Aceh, H Syafruddin Budiman memimpin langsung Rakorda ini. Dia ditemani Ketua DPP Bina Wilayah Aceh, Mirwan Amir.
Rakorda ini bertujuan untuk memastikan kekuatan struktur organisasi dan mengukur kesiapan partai dalam menghadapi Pilkada 2018, khususnya Subulussalam, Aceh Selatan dan Pidie Jaya.
Dalam paparannya, Bang Saf sapaan akrab H. Syafruddin Budiman, mengatakan DPD Partai Hanura sejauh ini telah melaksanakan agenda konsolidasi kunjungan ke daerah, sekaligus verifikasi internal partai.
“Kita sudah lakukan kunjungan hampir ke seluruh wilayah Aceh. Ini dalam rangka melakukan verifikasi. Dan alhamdulillah struktur kita hampir sempurna hingga pengurus kecamatan dan ranting,” katanya.
Di saat bersamaan, Ketua DPP Hanura, Mirwan Amir, menyebutkan semangat Bangkit, Jaya, dan Menang harus terus digelorakan. “Ketua Umum kita, pak Osman Sapta selalu menggelorakan Kebangkitan Hanura. Oleh karenanya, kader di daerah juga harus punya semangat yang sama.”
Ia menyebutkan semangat Bangkit, Jaya, dan Menang harus ada di setiap kader partai. “Kemenangan partai ada pada semangat juang seluruh Kader di akar rumpun,” katanya.
Hanura pada Pilkada 2017 lalu berhasil menang di delapan kabupaten/kota. Diantara delapan tersebut, empat di antara daerah tersebut sebagai pengusung dan empat lainnya sebagai partai pendukung. “Hal paling membanggakan tentu saja kemenangan kader kita di Pilkada Aceh Tenggara.”
Dalam Rakorda ini, Partai Hanura Aceh menegaskan akan fokus di Pilkada 2018.
“Saya yakin, dengan kekuatan pengurus Partai Hanura Aceh hari ini. Sumber daya dan jaringan yang kita miliki. Kader-kader militan yang kita punya, dan disertai dengan rasa kebersamaan. Target sapu bersih kemenangan bukanlah 'haba cet langet!”[]