BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan perdamaian di tanah rencong bisa menjadi model penyelesaian konflik yang terjadi di beberapa negara di dunia ini.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa proses perdamaian Aceh merupakan model penyelesaian konflik yang bisa diterapkan di wilayah konflik di dunia ini,” kata Gubernur Zaini Abdullah di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Zaini Abdullah pada pembukaan konferensi internasional 10 tahun perdamaian di Anjong Mon Mata, kompleks meuligo atau rumah dinas Gubernur Aceh.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah duta besar untuk Indonesia, utusan Uni Eropa, anggota DPR RI dan pimpinan DPR Aceh, serta tokoh masyarakat dan pejabat teras Pemerintah Aceh.
Gubernur mengatakan perdamaian Aceh sudah berjalan 10 tahun. Perdamaian Aceh dimulai sejak nota kesepakatan damai ditandatangani di Helsinki, 15 Agustus 2005.
Dalam 10 tahun perdamaian Aceh, kata Gubernur, banyak kemajuan yang telah dicapai. Satu dekade perdamaian telah menghadirkan sikap optimistis bahwa Aceh menjadi lebih baik.