TERKINI
NEWS

GEMA Aceh Tuntut Revolusi Untuk Sistem Pemerintahan Indonesia

BANDA ACEH - Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA) Aceh memprotes kebijakan sistem pemerintahan Presiden Jokowi yang dianggap terpengaruh kapitalisme dan liberalisme. Aksi dilakukan di Gedung DPRA,…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

BANDA ACEH – Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA) Aceh memprotes kebijakan sistem pemerintahan Presiden Jokowi yang dianggap terpengaruh kapitalisme dan liberalisme. Aksi dilakukan di Gedung DPRA, Jumat 13 Januari 2017, pukul 15.45 WIB.

Aksi yang dikoordinir langsung oleh Ketua Pengurus Daerah Aceh Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA), Syakirin, tersebut juga menuntut pergantian sistem dengan revolusi.

“Hari ini sistem pemerintahan dan pengambilan kebijakan di Indonesia sudah gagal, kita meminta untuk dilakukannya revolusi dengan menggantikan sistem demokrasi menjadi sistem kekhalifahan untuk negeri ini. Kita tidak membutuhkan reformasi,” orasi dari salah satu peserta aksi.

Demonstran juga menyampaikan sikap atas kondisi yang terjadi di negeri ini. Salah satunya adalah menuntut penurunan harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya. Massa mahasiswa ini menilai, kenaikan harga bahan pokok dan harga kebutuhan lainnya telah membuat kondisi rakyat melarat.

“Negara sekarat akibat kebijakan yang diambil pro terhadap kapitalis asing dan aseng selama dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.”

Selain itu, GEMA juga menilai paket kebijakan liberal tentang impor, tenaga kerja asing, perjanjian hutang luar negeri, serta perpanjangan aset strategis kepada asing telah menyebabkan Indonesia semakin terjerat, dan merelakan SDA serta Sumber Daya Ekonomi (SDE) terus dikuasi asing.

Kebijakan yang dianggap neo-liberal Jokowi-JK ini jelas telah mengkhianati rakyat dan negeri. Kebijakan ini juga dinilai telah dikekang oleh ideologi kapitalisme, yang berlindung di balik ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar.

GEMA menyerukan kepada elemen rakyat dan mahasiswa untuk mengganti ideologi kapitalisme dengan syariah dan sistem khalifah. Sistem tersebut dinilai lebih baik agar Indonesia terselamatkan dari cengkraman ideologi kufur serta penjajahan asing dan aseng.

“Kami ingin memberikan kesadaran kepada seluruh elemen masyarakat agar mau dan sadar menerapkan syariat Islam sebagai solusi, dan tidak ada solusi yang lain selain kehidupan syariat secara khafa dalam bernegara,” kata salah satu orator.[]

Laporan: Muhammad Saifullah

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar