KUTACANE – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Yusmadi meyakini banjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Aceh Tenggara beberapa hari lalu disebabkan maraknya penebangan kayu secara liar di hutan Aceh.
Keyakinan Yusmadi itu mengacu pada temuan banyaknya potongan kayu yang turut terseret air dan lumpur banjir bandang di sejumlah wilayah. Yusmadi mengatakan banjir makin rentan terjadi di Aceh Tenggara karena hutan mulai gundul. Apalagi sampai saat ini tidak terlihat upaya pencegahan dari aparat penegak hukum.
“Curah hujan begitu tinggi, sementara hutan sudah dibabat. Maka inilah akibatnya. Sisa bekas potongan kayu paling banyak terbawa banjir bersama lumpur. Kalau banjirnya cuma air saja, saya kira dampaknya tidak membuat rumah-rumah rusak,” kata Yusmadi, Kamis, 13 April 2017.
Banjir di Aceh Tenggara menerjang 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan Semadam dan Kecamatan Babu Makmur, Selasa, 11 April 2017. Dua orang tewas termasuk bayi berusia 1,5 tahun.
Puluhan batang kayu bertumpuk di sejumlah tempat yang dilanda banjir. Kayu-kayu gelondongan berukuran besar dan panjang itu terseret air dan lumpur, dan turut merusak lebih dari 300 unit rumah.