BANDA ACEH – Ketua Rakan Mualem Banda Aceh, Rendi Umbara, mengaku kecewa dengan Wali Kota Banda Aceh yang tidak peka terhadap kehidupan kaum muda di kota tersebut. Hal ini lantaran kebijakan Wali Kota Illiza dinilai mematikan ruang gerak kreativitas pemuda Kota Banda Aceh.
“Sehingga sekarang ini, mau tidak mau pemuda pemudi di Banda Aceh menghabiskan waktu di warung-warung kopi,” katanya melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 2 November 2015.
Rendi juga mempertanyakan alasan Wali Kota Illiza menghancurkan beberapa tempat dan bangunan bersejarah di Kota Banda Aceh. Sikap Wali Kota Illiza ini terkesan tidak peduli terhadap identitas Kota Banda Aceh.