IDI RAYEK – Puluhan buruh PT. Damah Siput Kecamatan Rantau Seulamat mengadukan nasib mereka yang belum mendapat gaji dari perusahaan selama empat bulan kepada DPRK Aceh Timur, Selasa, 5 Januari 2016. 

“Kami ke sini bertujuan untuk menuntut hak-hak kami. Gaji Kami saat ini belum dibayar oleh pihak PT dari bulan November sampai Januari. Bahkan ada yang empat bulan belum dibayar,” kata Fajrul Isna, salah satu perwakilan karyawan, saat diwawancarai portalsatu.com, di Aula DPRK Aceh Timur, Selasa, 5 Januari 2016, sekitar pukul 13.30 WIB.

Fajrul mengatakan pihak PT. Damah Siput beralasan tertundanya gaji seluruh karyawan disebabkan pendapatan perusahan selama ini tidak optimal.

“Kita sudah lakukan komunikasi dengan PT. Mereka beralasan selama ini tidak ada penghasilan sehingga ditundanya gaji kami semua,” katanya.

Menurut Fajrul tertundanya gaji karyawan di PT. Damah Siput sudah sering terjadi setiap tahunnya. Selain itu, katanya, seluruh karyawan juga tidak mendapat tunjangan transportasi harian.

“Ini sudah terjadi setiap tahun. Kalau hak kami tidak dibayar seperti ini, kami mau kasih apa untuk keluarga, dan setiap harinya kami harus mengeluarkan uang sendiri untuk trasportasi,” kata Fajrul.

Fajrul mengatakan karyawan PT Damah Siput juga tidak mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja dan jaminan kesehatan dari perusahaan. Sehingga jika ada karyawan yang sakit harus merogoh kocek sendiri untuk biaya berobat.

“Sedangkan pemotongan gaji setiap bulannya untuk Jamsostek lebih kurang sekitar Rp37 ribu. Inikan kami sungguh sangat ditindas,” katanya.

Dia berharap DPRK Aceh Timur segara mencari win-win solution agar upah kerja mereka dibayar secepatnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRK Aceh Timur, Amiruddin, kepada portalsatu.com mengatakan akan memanggil Direktur PT Damah Siput untuk menyelesaikan perkara tersebut.

“Laporan itu sudah kita terima, dan kita juga telah mendengar keluhan-keluhan karyawan. Untuk mengimbangi laporan itu, seterusnya kita akan fokus menyelesaikan masalah ini. Secepatnya kita akan panggil pihak perusahaan dan segera juga kita akan turun ke lapangan secara langsung dalam waktu dekat,” katanya.[](bna)