BANDA ACEH – Koordinator Front Revolusioner Muda Aceh (FoRMa Aceh) Muhammad Iqbal Faraby didamping Ketua BEM FH Unmuha Hamdani menanggapi persoalan pemadaman listrik yang marak terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, pemadaman listrik tersebut cukup berdampak kepada masyarakat luas.
“Jika pimpinan PT. PLN tidak mampu memberikan pelayaan prima kepada masyarakat, maka copot saja dari jabatannya. Masyarakat sudah memberikan kewajibannya untuk membayar iuran tepat waktu, tapi masih saja ada pemadaman listrik,” ujar Iqbal melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu, 23 Maret 2016.
Menurutnya, ketersediaan daya listrik Aceh sudah memadai dengan beroperasinya PLTU di Nagan Raya. Namun, pemanfaatan suplai energi serta mekanisme pendistribusiannya dinilai belum maksimal.
“Tidak hanya soal pemadaman saja, di sisi lain juga petugas pencatat kwh di rumah-rumah warga juga sering kali asal-asalan, sehingga tagihan pun kadang membengkak. Itu juga disebabkan tidak tegasnya pimpinan (PLN) dalam memberikan arahan serta sanksi bagi petugas yang lalai. Petugasnya terkadang asal-asalan dalam menjalankan tugasnya,” kata Iqbal.
“Lagi-lagi rakyat kecil yang menjadi korban. Bagaimana tidak, pedagang kecil yang menjajakan sayur-sayuran atau buah-buahan umumnya menyimpan dagangannya di dalam kulkas. Jika pemadaman listrik berlangsung empat sampai enam jam maka sayur dan buah-buahan itu akan busuk,” kata dia lagi.