BANDA ACEH – Salah satu demonstran dilaporkan menjadi korban pemukulan petugas keamanan gabungan dalam aksi unjuk rasa di halaman Gedung Ali Hasymi, UIN Ar Raniry, Selasa, 18 Oktober 2016. Pengamanan yang turut di-backup personil Polresta Banda Aceh juga sempat melepaskan tembakan peringatan.
“Tembakan sangat cepat, kalau berdasarkan pengamatan kawan-kawan itu ada empat (tembakan) tetapi yang jelas terdengar tiga kali,” kata Jubir aksi, Jaili Farman.
Dia mengakui penembakan peringatan ini dipicu karena aksi yang berujung ricuh dan saling mendorong dengan petugas keamanan. Namun menurut Jaili, mahasiswa sudah meminta baik-baik kepada pihak dekanan atau rektorat untuk masuk ke dalam gedung tempat berlangsungnya Dies Natalis atau milad UIN Ar-Raniry.