BANDA ACEH – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry menggagas pengelolaan dan aplikasi Badan Usaha Milik Desa/Kampung (BUMK) syariah di Kecamatan Bandar, Bener Meriah.
Para pakar dari kampus Darussalam itu juga melatih masyarakat agar nantinya mampu memanfaatkan dana desa atau sumber-sumber pendanaan lain yang berdaya guna bagi pemberdayaan ekonomi umat. Pengelolaan dana desa sebaiknya tidak hanya difokuskan untuk fisik saja. Perlu juga dirancang agar tidak habis pakai atau menjadi dana bergulir dan berputar dalam kehidupan masyarakat, ujar Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Nazaruddin AW., saat pembukaan pelatihan tersebut.
Pihak FEBI UIN Ar-Raniry melalui keterangan tertulis diterima portalsatu.com, 2 November 2017, menjelaskan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan otoritas dan sumber daya pendanaan yang sangat potensial bagi desa atau kampung untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun dalam praktik dan tata kelola dana desa masih kerap ditemui kelemahan, disebabkan minimnya pemahaman serta keahlian para pengelolanya.
Itu sebabnya, FEBI UIN Ar-Raniry merespons dan membantu masyarakat dalam pengelolaan dana desa melalui program bakti sosial di Kecamatan Bandar, Bener Meriah, 30 Oktober sampai 3 November 2017. Tidak hanya membahas tentang pengelolaan dana desa, para pakar ekonomi syariah dan mahasiswa FEBI pun menggagas pengelolaan dan aplikasi BUMK syariah di kecamatan tersebut. Termasuk pengelolaan lembaga keuangan yang menganut prinsip-prinsip islami.
Selama ini, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sumber permodalan yang bersumber dari toke (tauke) atau rentenir. Karena akses lembaga keuangan masih sangat terbatas dalam menjangkau warga yang membutuhkan dana.