BANDA ACEH - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie pada Minggu 29 November 2015 lalu menyisakan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan milik warga. Berdasarkan rekapitulasi data yang…
BANDA ACEH – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie pada Minggu 29 November 2015 lalu menyisakan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan milik warga. Berdasarkan rekapitulasi data yang diperoleh portalsatu.com dari Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, sedikitnya 139 unit rumah rusak berat di 18 Kecamatan.
Selain itu, 195 rumah juga dilaporkan rusak ringan dalam bencana alam di kabupaten tersebut dan 6.008 unit rumah terendam.
Masih menurut data BPBD juga diketahui 10 unit bangunan sekolah rusak berat, 1 unit rusak ringan, dan 49 unit terendam. Banjir akibat luapan tiga sungai di Pidie ini juga merusak 10 Dayah.
Sepanjang 250 ruas jalan negara juga dilaporkan rusak akibat banjir melanda di Kabupaten Pidie. Adapun jalan yang rusak adalah Blang Bungong Kecamatan Tangse sepanjang 50 meter, 150 meter di ruas jalan U Gadeng Kecamatan Keumala dan 50 meter di ruas jalan Jojo Kecamatan Mutiara Timur. Selain itu, sepanjang 545 meter jalan kabupaten dan 10.120 meter jalan desa juga mengalami kerusakan.
Banjir juga membuat 4 jembatan rusak berat, 4 lagi rusak ringan dan 2 jembatan gantung rusak berat, 5 rusak ringan. Banjir turut membuat sejumlah daerah aliran sungai (DAS) longsor. Data yang didapatkan wartawan menyebutkan sepanjang 20.601 meter DAS di Pidie longsor, yang meliputi Kecanatan Tangse, Keumala, Titue, Mutiara Timur, Indrajaya, Tiro/ Trusep, Delima, dan Kota Sigli.
Di sektor pertanian, jumlah lahan pertanian yang terendam seluas 1.089 hektar dan 83 hektar lahan tambak rusak. Sementara bendungan irigasi yang mengalami kerusakan tercatat di 64 lokasi, dan 488 buah saluran drainase mengalami kerusakan.[]