BANDA ACEH Jemari pria tersebut terlihat cekatan menekan keyboard notebook. Dia duduk menghadap meja yang di atasnya dipenuhi berbagai macam buku dan alat tulis. Benda-benda inilah yang sedari pagi tadi menemani Edi Fadil, salah satu warga Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu, 14 Oktober 2015 lalu.
Pria berusia 31 tahun ini dikenal aktif di dunia maya, khususnya media sosial Facebook. Dia kerap mengunggah foto-foto pembangunan rumah di wall facebook miliknya. Selain itu, Edi juga kerap memperlihatkan rumah-rumah reot milik para dhuafa yang ada di Aceh.
Selain pembangunan rumah milik dhuafa, dia juga terkenal memiliki loyalitas tinggi terhadap anak-anak yang terancam putus sekolah. Wilayah kerja Edi adalah Aceh Timur, Bireuen dan Aceh Utara.
Apa yang dilakukan oleh Edi tersebut merupakan salah satu program Gerakan Mari Berbagi (GMB) mari bersekolah berbasis Facebook. Gerakan yang dipelopori oleh Edi Fadhil ini mendapat dukungan dari citizen. Beberapa diantaranya bahkan ikut menjadi donatur dalam Gerakan Mari Berbagi tersebut.
Salah satu program GMB adalah menyediakan beasiswa untuk anak putus sekolah agar bisa melanjutkan pendidikannya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan beasiswa antara Rp 175 ribu hingga Rp 200 ribu per anak untuk tiap bulannya. Dana tersebut berasal dari donatur. Saat ini, kata dia, sudah 75 anak menjadi penerima manfaat program GMB mari bersekolah. Mayoritas mereka adalah anak dari keluarga tidak mampu.