BANDA ACEH – Puluhan pria berbaju loreng bersenjata lengkap terlihat siaga ketika satu unit pesawat angkut jenis Boeing 737 mendarat di pangkalan udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Jumat, 22 April 2016 petang. Diantara mereka turut serta beberapa pria berseragam biru langit yang kemudian mendekat ke tangga pesawat.
Seorang pria turun dari pesawat angkut ini dengan kedua belah tangan menjulang ke atas. Dia kemudian diperintahkan merapat ke tangga besi pesawat untuk diperiksa. Setelah memastikan aman, pria tersebut kemudian diboyong seorang Polisi Militer.
Sementara itu, beberapa personil tentara berseragam loreng bersenjata lengkap menaiki pesawat angkut ini. Mereka memeriksa seluruh ruangan, dari kursi pilot hingga bagasi “si burung besi”. Pesawat ini masuk dari utara barat menuju wilayah NKRI secara ilegal. Keberadaannya berhasil dilacak TNI AU yang kemudian mengirimkan Hawk MK 109 dan MK 209 untuk menangkap pesawat asing ini.
“Pesawat musuh masuk dari utara barat menuju wilayah NKRI dan dipaksa turun oleh pesawat tempur kita yang stand by di Medan,” kata Dan Lanud SIM Patminto BP kepada portalsatu.com.
Aksi yang melibatkan 90 personil TNI AU ini merupakan simulasi penurunan pesawat asing (force down). Tujuannya untuk melatih kesiapsiagaan prajurit TNI AU dalam menghadapi ancaman sekaligus mempertahankan wilayah udara Indonesia.
Patminto mengatakan dua pesawat Hawk yang melaksanakan force down tersebut didatangkan dari skuadron udara 1 Lanud Subadiyo, Pontianak. Sementara jenis Boeing 737 merupakan alutsista TNI AU asal Skuadron 5 Lanud Hasanuddin, Makassar.
“Setelah Semua kru dan penumpang diturunkan, barulah diintrogasi dan diperiksa kelengkapan surat-suratnya,” ujar Patminto.
Selain simulasi force down, TNI AU juga menggelar latihan frekuensi dan keterampilan penerbang, kesiapan alutsista seperti radar untuk mendeteksi pesawat-pesawat asing yang bergerak masuk ke wilayah NKRI. Patminto berharap dengan adanya simulasi tersebut bisa meningkatkan profesionalisme penerbang dan operator radar.
“(Juga) meningkatkan efek jera bagi musuh, bahwa kita siap melakukan tindakan apabila pesawat asing mencoba masuk ke wilayah kita. Dengan begitu udara NKRI semakin aman terkendali,” kata Patminto.[](bna)
Laporan: Ramadhan