LAMBARO- DPW Partai Aceh Aceh Besar menyelenggarakan pendidikan politik selama dua hari. Peserta dikpol merupakan perwakilan ke 23 DPS, dan kesempatan ini juga dipergunakan untuk mengevaluasikan kepengurusan seluruh DPS.
Pendidikan politik ini langsung dibuka secara resmi oleh ketua DPW PA Aceh Besar, Saifuddin Yahya atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Cek.
Acara menghadirkan dua narasumber orang yaitu Juanda Djamal dan Tharmizi. Keduanya menyampaikan tentang langkah konsolidasi partai dan regulasi pemilu dan pemilukada kedepan.
Pendidikan politik merupakan agenda penting Partai Aceh untuk memperkuat pengetahuan kader tentang politik, strategi dan tentunya pengetahuan menjalankan partai secara benar supaya partai dapat menjadi alat dan saluran untuk memperjuangkan gagasan dan agenda pembangunan, kata Saifuddin Yahya dalam pidatonya.
Saifuddin Yahya juga menyampaikan bahwa DPW PA Aceh Besar saat ini memperoleh mandat politik dari masyarakat untuk memimpin Aceh Besar. Sedangkan kader terbaiknya menjadi pemimpin eksekutif dan ada sembilan orang menjadi anggota DPRK.
Mandat tersebut merupakan amanah rakyat yang harus dijalankan melalui kebijakan dan implementasi program pembangunan secara merata di 23 kecamatan, kajikan potensi sumber daya alamnya, selanjutnya tindak lanjuti dalam kebijakan anggaran dan program, katanya.
Dikpol dan pemantapan kepengurusan seluruh DPS dapat merupakan program yang wajib DPW PA lakukan supaya partai ini dapat menjadi alat politik perjuangan oleh kader, konstituen dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan di masa depan. Maka, penting sekali DPW PA Aceh Besar membuka diri, merekrut kader-kader muda yang memiliki pengetahuan dan pendidikan yang cukup, supaya partai ini menjadi alat kreatifitas dalam melahirkan pemikiran-pemikiran politik bagi kepentingan seluruh masyarakat. Kita harus buka diri, kita tanyakan dan libatkan para tokoh masyarakat untuk mengkritik kita dan memberi masukan yang membangun bagi kuatnya DPW PA Aceh Besar kedepan, kata Pak cek.
Sementara itu, Ir Tarmizi, mantan ketua KIP Aceh Besar memberikan pengetahuan berkenaan dengan aturan pemilu dan pemilukada, juga memberikan berbagai informasi yang dapat memperkuat pengetahuan kader PA dalam menghadapi setiap momentum politik kedepan.
DPW PA Aceh Besar terpenting melakukan konsolidasi dan memastikan kadernya bekerja sampai ke tingkat Gampong, kata Pak Tharmizi.
Juanda Djamal sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa partai politik merupakan saluran dan alat perjuangan bagi setiap kader untuk berproses mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin di masa depan. Semua kader memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin.
Seorang kader tidaklah menunggu ada petunjuk, melainkan menciptakan inisiatif untuk mengembangkan gagasan politiknya dalam mengembangkan potensi dan sumber daya di wilayahnya bagi kepentingan masyarakat, katanya.
Maka, lihat lah potensi di kawasan Seulawah, Pulo Aceh, Krueng Raya, Lhoong, Krueng Aceh dan wilayah lainnya, jadikan itu sebagai modal untuk membangun wilayah Aceh Besar. Maka, kedepan DPW PA Aceh Besar perlu memperkuat partai supaya agenda apapun yang hendak dilakukan dapat dijalankan secara kelembagaan, karena jika personal maka posisi tawar menjadi lemah didepan pengambil kebijakan, konsolidasi kepengurusan DPS menjadi sangat penting utamanya menghadapi pemilukada 2017 dan pemilu 2019, kata juanda. [] (mal)