IDI RAYEUK – Nurdin Bin Ismail alias Din Minimi mengklaim kelompoknya tidak akan mengganggu investor yang ingin berinvestasi di Aceh. Din Minimi berulang kali menegaskan permasalahan pihaknya selama ini hanya dengan Pemerintah Aceh.
Hana meu urusan ngon kondisi kemajuan Aceh, soe yang tamong jak peumaju Aceh tamong aju hana masalah. Yang kamoe tuntut hanya Pemerintah Aceh, kon keu pengusaha atau investor laen, ujarnya saat diwawancarai portalsatu.com lewat telpon seluler, Sabtu, 21 November 2015 sekitar pukul 15.00 WIB.
Din Minimi menyampaikan itu saat disinggung tentang kekhawatiran berbagai kalangan bahwa keberadaan kelompok bersenjata yang ia pimpin akan membuat investor enggan masuk ke Aceh, sehingga menghambat kemajuan daerah ini.
Menurut Din Minimi, kelompoknya tidak mempermaslahkan siapa pun yang ingin membangun Aceh ke arah lebih baik. Namun, ia berharap investor atau pelaku bisnis di Aceh untuk memberi perhatian terhadap anak yatim dan korban konflik seperti tuntutan pihaknya selama ini kepada Pemerintah Aceh.
Hana masalah bak kamoe meunyoe ijak peubangun Aceh, dan hana pue yoe na kelompok kamoe, karna masalah investor lua yang tamong hana urusan ngon kamoe. Meunyoe awak nyan got kamoe pih got, asai beu jibantu aneuk yatim lage yang kamoe tuntut demi kesejahteraan Aceh, ujar Din Minimi.
Din Minimi juga menyebut pihaknya membuka ruang kepada semua elemen yang ingin menyelesaikan permasalahan kelompoknya dengan Pemerintah Aceh.
Meunyoe na soe mantong yang tamong bak kamoe, kamoe siap untuk teurimong, taduek sama- sama tak mita solusi untuk kesejahteraan masyarakat Aceh, ujar Din Minimi.[]