LHOKSEUMAWE – Delapan tim perahu dayung tradiosional dari empat kecamatan se-Kota Lhokseumawe bersaing merebut piala Panglima Laot Lhokseumawe, di Krueng (Sungai) Cunda, Sabtu, 21 November 2015. Empat kecamatan tersebut Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Satu dan Muara Dua.

“Lomba dayung perahu ini akan kita jadikan sebagai even tahunan untuk menarik banyak wisatawan ke Lhokseumawe,” ujar Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya kepada wartawan.

Suadi Yahya menambahkan, lomba dayung perahu piala Panglima Laot digagas Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) dan Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe.

Untuk mendukung Visit Lhokseumawe, kata Wali Kota Suaidi Yahya, Pemko Lhokseumawe juga melaksanakan berbagai even lainnya, seperti sepak bola, voli, dan kegiatan syiar Islam maupun  kebudayaan Aceh. “Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat fokus untuk mengembangkan sektor-sektor pariwisata,” ujar Suaidi Yahya.

Salah seorang penonton lomba perahu, Devi menilai kegiatan tersebut cukup menghibur. “Pemko Lhokseumawe memang sudah sepantasnya mengembangkan potensi wisata yang telah ada,” katanya.

Menurutnya, banyak objek wisata yang bisa dikembangkan dengan baik di Kota Lhokseumawe, seperti Pantai Rancung, Gua Jepang, dan beberapa tempat bersejarah lainnya.[]