TAPAKTUAN – Mobil pedagang (sales) barang elektronik asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang diparkir di halaman rumah warga di Gampông Lhok Pawoh, Sawang, menjadi korban pencurian. Pencuri yang berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor, melancarkan aksinya dengan memecahkan kaca mobil.
Aksi nekad pelaku bak adegan film pada sore itu turut disaksikan sejumlah warga. Pelaku yang dinilai sangat terlatih tersebut, bagaikan secepat kilat turun dari sepeda motor lalu langsung memecahkan kaca mobil untuk mengambil sebuah tas yang diletakkan di jok (bangku) tengah. Beruntung, uang yang berjumlah puluhan juta di dalam tas tersebut sudah lebih dulu ditransfer oleh korban ke perusahaan tempatnya bekerja di Medan, Sumatera Utara.
Nasib naas tersebut dialami Khairul (47) bersama istrinya Marianum Harahap (42) penduduk Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara dan seorang karyawannya, Dewi Surya Ningsih (28), warga Desa Bakisan, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
Di sela-sela membuat pengaduan ke Polsek Sawang, Senin sore, 30 Januari 2017 kemarin, Dewi Surya Ningsih mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendengar dan melihat salah seorang pelaku memecah kaca mobil Datsun BK 1123 WS yang mereka parkirkan di depan rumah konsumen.
Aksi pelaku bagaikan secepat kilat. Secara tiba-tiba pelaku turun dari sepeda motor dan langsung memecahkan kaca mobil. Tas kerja kami yang terletak di jok tengah diambil, lalu pelaku naik kembali ke sepeda motor yang dikendarai seorang lagi temannya. Usai beraksi, pelaku melarikan diri ke arah Blang Pidie, ujar Dewi.
Menurutnya, beberapa saat pasca kejadian itu pihaknya langsung menghubungi aparat kepolisian Polsek Sawang. Namun upaya pengejaran yang langsung dilakukan pihak kepolisian saat itu tidak membuahkan hasil karena pelaku sangat cepat menghilangkan jejaknya.
Korban lainnya bernama Marianum mengungkapkan, akibat kejadian tersebut dirinya selaku pemilik mobil hanya menanggung kerugian akibat kaca mobil dipecahkan. Sedangkan tas yang dibawa lari pelaku sudah tidak lagi berisi uang karena sebelum aksi pencurian tersebut terjadi pihaknya baru saja mentransfer uang ke Medan melalui BRI pembantu Lhok Bengkuang, Kota Tapaktuan.