LHOKSUKON Fauzan Azmi, 17 tahun, pelajar asal Gampong Matang Jeulekat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, Senin, 16 November 2015 sekitara pukul 08.00 WIB. Sehari sebelumnya, seorang kakek pendayung sepeda juga meninggal dunia setelah dihantam sepeda motor pelajar.
Kecelakaan yang dialami Fauzan Azmi melibatkan tiga kendaraan, yakni satu sepeda motor, satu mobil dan satu truk diesel, kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, melalui Kasat Lantas AKP Ikmal kepada portalsatu.com.
Disebutkan, Fauzan Azmi yang mengendarai Honda Beat BL 3964 QW melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan. Saat tiba di lokasi ia mencoba mendahului truk yang ada di depannya dengan mengambil jalur kanan. Truk itu dikemudikan oleh Kausar, 23 tahun, warga Gampong Keude Paya Bakong, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.
Di waktu bersamaan dari arah depan muncul mobil Terios BL 515 V yang dikemudikan oleh Faisal Zaherli, 36 tahun, PNS asal Matang Glumpang Dua, Bireun. Terios itu langsung menghantam sepeda motor tersebut sehingga pengendara jatuh ke jalur kiri dan kembali dihantam truk yang disalibnya tadi, ujar AKP Ikmal.
Sehari sebelumnya, Minggu 15 November 2015 pukul 18.05 WIB, seorang kakek pendayung sepeda meninggal dunia setelah dihantam sepeda motor pelajar di jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di depan ritel Indomaret Kota Lhoksukon.
Kakek tersebut diketahui bernama Muhammad Diah, 70 tahun, warga Gampong Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli. Sementara pelajar yang menghantamnya, Fahrul Hajimi, 17 tahun, warga Gampong Meunasah Asan, kecamatan Lhoksukon. Ia mengendarai Supra 125 BL 3670 QW dengan membonceng adiknya, Rahmad Dika, 12 tahun.
Sepeda dayung itu muncul dari arah Banda Aceh menuju Medan. Tiba di lokasi, sepeda itu menyeberang jalan melalui pembatas jalur. Di waktu bersamaan dari arah Medan menuju Banda Aceh datang sepeda motor tersebut yang langsung menghantam kakek itu, kata AKP Ikmal.
Saat ini semua barang bukti sepeda motor, mobil, truk, dan sepeda dayung telah diamankan di Poslantas Terminal Kota Lhoksukon guna proses penyelidikan lebih lanjut.[]