BANDA ACEH - Mantan gitaris band metal Betrayer yang telah bermetamorfosis menjadi seorang ustaz, Derry Sulaiman, menjadi penceramah dakwah umum yang dibuat Dinas Syariat Islam…
BANDA ACEH – Mantan gitaris band metal Betrayer yang telah bermetamorfosis menjadi seorang ustaz, Derry Sulaiman, menjadi penceramah dakwah umum yang dibuat Dinas Syariat Islam Banda Aceh di Taman Sari, Kamis, 6 Oktober 2016.
Di hadapan para jamaah, dalam ceramahnya bertema “Dunia Sementara, Akhirat Selamanya” itu, Ustaz Derry mengungkapkan jika dirinya sejatinya bukanlah seorang ustaz atau ulama, lebih tepatnya disebut dai.
Saya hanya berdakwah, karena tugas melaksanakan dakwah adalah kewajiban setiap muslim, katanya.
Kemudian ia berbagi kisah hijrahnya dari seorang pencinta musik heavy metal hingga dirinya mendapat hidayah dari Allah untuk menempuh jalan kehidupan yang benar. Sampai akhirnya saya menyadari, nikmat maksiat itu ibarat hanya setetes air jika dibandingkan dengan nikmatnya amal saleh yang seluas samudera.
Ustaz Derry lalu menyebut dua kalimat yang kini mejadi moto hidupnya, Allah Maha Kuasa, makhluk tak sedikit pun berkuasa. Hidup sementara, akhirat selamanya. Ia pun mengajak hadirin untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap lisannya.
Allah ada sebelum kata ada itu ada, dan Allah akan tetap ada walaupun kata ada itu sudah tidak ada lagi, katanya.
Dalam perjalanan hijrahnya pula, pria asli Solok, Sumatera Barat, ini mengubah cita-citanya dari mengejar dunia semata menjadi masuk surga sebagai tujuan akhir hidupnya. Idolanya dari Metalica hingga Sepultura, ia ganti dengan Rasululullah Muhammad SAW. Karena tak ada yang lain yang pantas kita idolakan selain Rasul kita.
Ada sekitar 18 ribu sunnah nabi untuk mengajarkan kita menjadi pribadi yang sempurna. Seluruh kebaikan para nabi sebelumnya ada pada Rasulullah. Umat terbaik di muka bumi ini pun adalah kita selaku umat Rasulullah Muhammad SAW.
Ia menambahkan, Allah SWT juga pernah menceritakan mengenai umat Muhammad di dalam kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Sehingga para nabi sebelumnya pun menginginkan untuk menjadi umatnya Muhammad. Namun hari ini kita tak menyadari kemuliaan itu. Kita terlalu asyik mengejar dunia sehingga lupa tugas utama kita -meneruskan tugas nabi yakni berdakwah, katanya.
Ingat saudaraku, dunia ini merupakan tempat yang akan kita tinggalkan. Dunia ini diciptakan untuk kita, tapi sejatinya kita bukan diciptakan untuk dunia. Hari ini kita di atas tanah, nanti kita di bawah tanah, dan akhirat selama-lamanya, katanya.[]