LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di halaman kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu, 24 Mei 2017, sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut berujung ricuh lantaran mahasiswa memaksa masuk untuk menemui bupati.
Informasi dihimpun portalsatu.com, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma), awalnya melakukan orasi di halaman depan kantor Bupati Aceh Utara. Salah satu tuntutan mereka, mendesak Pemkab Aceh Utara segera mempertegas perannya terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Mereka kemudian ditemui Asisten III Setda Aceh Utara Iskandar Nasri yang menjelaskan bahwa Bupati Muhammad Thaib tidak masuk kantor. Iskandar menyatakan, ia akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada bupati. Mendengar pernyataan tersebut mahasiswa kembali mendesak agar dipertemukan dengan orang nomor satu di Pemkab Aceh Utara itu.
Pengunjuk rasa lantas berlari ke arah sisi kiri kantor bupati agar bisa masuk melalui pintu alternatif. Namun, saat mereka hendak masuk, kaca pintu pecah. Akibatnya, terjadi aksi tolak menolak dengan personel kepolisian. Bahkan, mahasiswa dan sejumlah petugas terlibat baku hantam.