SABANG - Gelombang tinggi disertai angin kencang di perairan Sabang hari ini menyebabkan penyeberangan Sabang - Banda Aceh dan sebaliknya ditunda sementara hingga cuaca membaik.…
SABANG – Gelombang tinggi disertai angin kencang di perairan Sabang hari ini menyebabkan penyeberangan Sabang – Banda Aceh dan sebaliknya ditunda sementara hingga cuaca membaik. Sementara itu jumlah penumpang yang hendak menggunakan jasa pelayaran meningkat sejak tiga hari terakhir.
Nakhoda KMP BRR, Muhammad Nur, ditemui portalsatu.com di lokasi pelabuhan Balohan mengatakan, hal tersebut terpaksa dilakukan pihaknya guna menjaga keselamatan penumpang dan menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Ia mengatakan, pukul 08:00 WIB pagi tadi, dua kapal ferry diberangkatkan secara bersamaan, namun di tengah pelayaran KMP Tanjung Burang kembali ke pelabuhan Balohan Sabang karena gelombang yang semakin tinggi. Sementara KMP BRR yang bertolak dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh tetap berlayar dan sampai ke Balohan namun tidak berlayar kembali.
Sehubungan cuaca yang kurang baik, gelombang 3-4 meter, membuat pelayarang kurang nyaman, saya selaku nakhoda menyetop pelayaran dari Balohan ke Ulee Lheue. Untuk Tanjung Burang sendiri setelah melakukan pelayaran, sewaktu di tengah kembali lagi ke pelabuhan karena cuaca extrem,” kata Muhamamd Nur, Senin, 8 Februari 2016.
Ia menegaskan, bagi calon penumpang dapat bersabar dan tidak memaksakan kehendak untuk tetap meminta pelayaran dilanjutkan, mengingat gelombang laut yang dilalui KMP. BRR pagi tadi mencapai 3 hingga 4 meter.
Pantauan portalsatu.com, sejumlah kendaraan roda dua sempat terjatuh dan 1 unit kendaraan roda 4 rusak ringan akibat tersenggol truk barang yang bergeser saat pelayaran. Sementara dua kapal cepat tidak diberangkatkan sejak pagi tadi.[](ihn)