JAKARTA — Menempuh jarak tujuh kilometer setiap harinya untuk bertemu anak didiknya di SMPN 2 Tripejaya yang terletak di desa paling ujung di Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh, tidak menyurutkan semangat Rizky Ardhyani untuk mengajar matematika di sekolah terpencil tersebut.
Guru Garis Depan (GGD) yang di kirimkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan enam bulan silam mengaku mendapat panggilan mengajar sejak kecil.
Berbekal ilmu yang telah ia emban sejak mengikuti program sarjana mengajar di daerah tertinggal, terdepan, terdepan (SM3T) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi, wanita asal Jawa Tengah ini membulatkan tekadnya untuk mengabdi di pelosok negeri.
Menurutnya, membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan pada masyarakat pelosok yang sebagian besar memilih mempekerjakan anaknya di kebun dibandingkan menyekolahkan anaknya merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Terlebih lagi dirinya hanya pendatang. Namun hal tersebut merupakan tantangan tersendiri yang semakin menggerakkan hatinya untuk terus berjuang menyebarkan pendidikan hingga ke pelosok negeri.
“Kalian jangan pernah menyerah dalam belajar. Karena kalian tidak ada bedanya dengan anak-anak di Jawa dan di kota besar,” katanya saat mengobarkan semangat belajar pada anak didiknya.