SALAH satu cara untuk berlindung dari kabut asap adalah dengan tetap berada di dalam rumah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berada di dalam ruangan.
Berikut imbauan tertulis dari Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), yaitu Dr. M Arifin Nawas, Sp.P(K),MARS (Ketua Umum PDPI) dan DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR (Sekretaris Umum PDPI), yang diterima Kompas.com, Minggu (25/10.2015).
1. Tutuplah jendela dan pintu rumah dengan rapat. Hal ini dapat mengurangi jumlah partikel yang masuk ke dalam rumah atau ruangan. Meski demikian, masuknya partikel halus sulit dicegah karena ukurannya sangat kecil.
2. Bila dalam rumah atau ruangan menggunakan AC, ubahlah ke mode Recirculate. Sama halnya ketika berkendaraan menggunakan mobil. Tutuplah semua jendela mobil dan nyalakan AC dengan mode recirculate.
3. Di dalam rumah maupun ruangan juga bisa menggunakan air purifier atau air cleaner. Tujuannya untuk menurunkan kadar partikel dalam ruangan. Berdasarkan penelitian, air purifier bisa menurunkan partikel di udara dalam rumah sebesar 63-88 persen.
4. Ketika berada di dalam ruangan, jangan menambah polusi udara. Hindari merokok, menyalakan lilin, perapian, maupun sumber api lainnya. Aktivitas tersebut hanya akan memperparah polusi udara dalam ruangan.
Jika kabut asap sudah tak dapat terhindari di dalam rumah sendiri, masyarakat harus mengungsi ke wilayah yang udaranya lebih bersih.
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek sebelumnya menyatakan, telah menyediakan shelter atau rumah singgah dan juga tenda isolasi dibeberapa lokasi yang kualitas udaranya lebih baik. Untuk memutuskan aman atau tidaknya kabut asap, pantaulah Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU). Jika ISPU mencapai angka 200-300 sudah termasuk kategori tidak sehat dan ISPU di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Dalam kondisi ISPU tersebut, sebaiknya tidak melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya bagi anak-anak karena sangat rentan terkena penyakit. Jika terpaksa harus berada di luar rumah, gunakanlah masker yang baik.
Kabut asap akibat pembakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan telah menyebabkan ratusan ribu orang menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Menurut Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, kasus ISPA akibat kabut asap belakangan ini meningkat 500 kasus setiap minggunya. [] Sumber: Kompas.com
INSPIRASI
Cara Berlindung dalam Ruangan dari Kabut Asap
Kabut asap akibat pembakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan telah menyebabkan ratusan ribu orang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Baca Juga
News
Warga Aceh Barat Mulai Terserang ISPA
25 Juli 2017
News
Selama 4 Hari, Sekitar 58 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Aceh Barat
4 Juli 2017
Tak Berkategori