SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, H.Syafriadi Manik memilih bungkam ketika ditanyai soal insiden pembakaran rumah ibadah dan bentrok berdarah yang terjadi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah dan Danguran, Kecamatan Simpang Kanan kemarin.

Bupati Singkil Syafriadi Manik ikut mendampingi Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti saat turun ke Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Rabu (14/10/2015) tadi sektar pukul 16.00 WIB.

Usai Kapolri Badrodin meninjau lokasi rumah ibadah yang dibakar kelompok massa, H.Syafriadi yang akrab disapa Oyon juga tampak terburu-buru mengikuti langkah para jenderal TNI/Polri menuju mobil dinas mereka.

Saat dicegat sejumlah wartawan guna mengklarifikasi sejumlah isu menyangkut kerusuhan yang melanda kabupaten yang dia pimpin itu, Oyon memilih menghindar.

Wartawan terus memburunya dan menanyai termasuk beredarnya selebaran gelap sehingga diduga menjadi salah satu penyulut insiden berdarah itu. Namun, sang bupati masih terus bungkam sambil terburu-buru berjalan.

Oyon pun akhirnya mengeluarkan pernyataan membantah terkait masalah isu beredarnya surat perjanjian yang dia tandatangani bersama wakilnya saat akan pilkada lalu.

Oyon mengaku kalau surat tersebut adalah fitnah dan provokasi pihak-pihak tertentu.”Tidak benar itu, fitnah itu,” kata Oyon sambil berjalan menuju mobil dinasnya.[] sumber: serambi indonesia