TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH meminta seluruh kepala desa atau geuchik di daerah itu agar memprioritaskan pembangunan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Hal itu menurutnya merupakan bagian dari langkah antisipasi jika sewaktu-waktu pengalokasian dana desa berkurang atau dihentikan pemerintah pusat.
Kita semua belum tahu bagaimana kondisi perpolitikan nasional pada tahun 2019 mendatang. Bisa saja setelah berganti pucuk pimpinan program dana desa tersebut dikurangi atau dihentikan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh geuchik agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini, kata Sama Indra dalam arahannya pada acara penyerahan pagu indikatif dana desa tahun 2017 di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Selasa, 28 Februari 2017.
Bupati menginginkan agar para geuchik tidak hanya terfokus kepada pekerjaan proyek fisik dalam penggunaan dana desa, melainkan harus mampu menciptakan program-program kerja yang lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi kemajuan pembangunan gampông serta kesejahteraan masyarakatnya.
Saya mengambil salah satu contoh seperti beberapa gampong di wilayah Trumon Raya yang pada tahun 2017 ini rata-rata mengelola dana desa mencapai Rp 1 miliar lebih. Sebagai wilayah sentra produksi sawit di Aceh Selatan, saya mengusulkan kepada para geuchik di daerah itu agar membuka lahan perkebunan sawit yang dikelola langsung oleh BUMG. Sehingga jika saja nanti alokasi dana desa dikurangi atau dihentikan, maka gampông-gampông di wilayah tersebut sudah memiliki pemasukan sendiri untuk menunjang pembangunan dan perekonomian masyarakat setempat, cetus Sama Indra.