Hampir dalam setiap tulisan, banyak pengguna bahasa lebih memilih menggunakan kata kokoh seperti pada judul berikut:
Villarreal Kokoh Tahan Gempuran
IHSG Kokoh Ditutup Naik 40 Poin
Dinasti Politik Wali Kota Kian Kokoh
Persebaya Kokoh di Puncak
Los Rojiblancos Temui Tembok Kokoh
Guardians of the Galaxy Kokoh di Puncak Box Office
Kuantitas penggunaan kata kokoh dalam setiap tulisan seolah menyiratkan bahwa kokoh merupakan bentuk baku dalam bahasa Indonesia. Namun, benarkan kokoh merupakan bentuk baku? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring atau versi cetaknya.
Bila merujuk pada kamus tersebut, kita akan menemukan bahwa kokoh bukanlah kata baku. Yang menjadi bentuk baku adalah kukuh, bukan kokoh dengan artinya sebagai berikut:
ku·kuh 1 kuat terpancang pd tempatnya; tidak mudah roboh atau rusak: benteng yg –; kuat; 2 teguh (tt pendirian, hati, dsb): dl diskusi dia selalu — pd pendiriannya;
ber·ku·kuh v berteguh hati; tetap berpegang (pd pendiriannya dsb): meskipun disiksa, dia ~ tidak mau memberitahukan tempat persembunyian teman-temannya; ~ kata berjanji teguh; ~ negeri memperkuat negeri; ~ pd adat lama tetap memegang teguh adat lama;
me·ngu·kuhi v 1 memegang teguh: ~ pendapatnya semula; 2 meneguhkan dng;
me·ngu·kuh·kan v 1 menguatkan atau memperkuat (supaya tidak mudah roboh atau rusak):kegunaan tiang beton yg besar adalah untuk ~ bangunan; 2 meneguhkan; menetapkan (hati dsb): kita perlu ~ semangat untuk menyukseskan pembangunan; 3 mengesahkan; menetapkan (tt kedudukan, jabatan): senat guru besar di universitas itulah yg ~ beliau sbg guru besar bidang linguistik;
mem·per·ku·kuh v menjadikan lebih kukuh;
pe·ngu·kuh·an n proses, cara, perbuatan mengukuhkan (kedudukan, pangkat, jabatan); peneguhan; penetapan; pengesahan: dia menyampaikan pidato ilmiah pd upacara ~ nya sbg guru besar;
ke·ku·kuh·an n perihal (yg bersifat, berciri) kukuh; keteguhan; kekuatan (hati dsb).
Setelah mengetahui bentuk bakunya, mari gunakan kata kukuh, bukan kokoh.[]