BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo memberi kuliah umum sekaligus bersilaturahmi dengan sivitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Sabtu, 5 November 2016.
Dalam kuliah umum itu Soedarmo meminta agar mahasiswa Unsyiah harus mampu mendukung berjalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 dengan damai. Mahasiswa sebagai agen perubahan menurutnya perlu mengawal keberlangsungan pilkada yang langsung, umum, bebas dan rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil).
Mahasiswa jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu negatif. Jangan juga takut dengan intimidasi-intimidasi, katanya.
Menurutnya, setiap orang punya hak suara untuk memilih calon gubernur andalannya. Maka pilihlah kandidat yang diidolakan. Jangan memilih kandidat berdasarkan intimidasi.
Saya sudah menyampaikan berkali-kali. Saya tidak takut untuk memproses secara hukum bagi oknum-oknum yang ingin merusak pelaksanaan pilkada yang damai di Aceh, ungkap mantan Perwira Tinggi Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.
Selain itu, Soedarmo menjelaskan, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks karena jumlah penduduk dunia sekarang sudah tidak ideal. Disebutkan, idealnya penduduk dunia berjumlah 7 milyar orang. Namun sekarang pertumbuhan penduduk sudah mencapai 8,5 milyar. Jika tidak segera diatasi maka akan menimbulkan banyak masalah.