TERKINI
INSPIRASI

Beukam; Pengobatan ala Rasul Yang Terlupakan

Beukam berfungsi untuk menghilangkan darah yang mengandung racun.

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2K×

BIREUEN – Beukam merupakan pengobatan tradisional Aceh yang telah lama terkubur. Dalam bahasa Arab Beukam disebut Hijamah.

Beukam berfungsi untuk menghilangkan darah yang mengandung racun. Darah itu kebiasaan terletak di bagian bawah kulit, serta bukan darah dalam urat.

Dahulu, Beukam sering dilakukan oleh indatu orang Aceh. Konon, katanya, dengan Beukam pula dapat mencegah timbulnya 70 penyakit berbahaya seperti darah tinggi, stroke, asam urat dan penyakit kronis lainnya.

Pengobatan Beukam sebenarnya telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Jauh sebelum pengobatan medis modern ditemukan.

Nabi Muhammad, pertama kali melakukan Beukam. Hanya saja perbedaan langkah yang lakukan.

Kala itu Beukam terlebih dahulu harus melalui proses melukai sedikit bagian punggung belakang dengan bagian-bagian yang telah ditentukan. Berikutnya membakar sebagian lembaran kertas yang dibaluti dengan koin, kemudian diletakkan di atas bagian punggung yang telah dilukai sebelumnya. Kemudian kertas yang tengah disulut api itu ditutup dengan tanduk kerbau dan darah yang mengandung racun perlahan keluar dan membeku kenyal dalam tanduk itu.
“Beukam ada dua jenis. Beukam kering dan basah. Keduanya memiliki fungsi berbeda.  Beukam kering untuk mengeluarkan angin dan Beukam basah untuk mengeluarkan Toksin (darah mengandung racun-Red),” kata Teungku Haryadi, salah seorang pelestari Beukam di kabupaten Bireuen.

Dikatakan, pengobatan tradisional berupa Beukam juga sebagai perbuatan Sunnah Rasul. Hal itu dipaparkan dalam kitab Ianatutthalibin (Yannah-red)

“Beukam itu juga ada hadistnya. Dari Anas Bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: Kalian harus berbekam dan menggunakan Al-Qusthul Bahri. Ini Hadits shahih Bukhari, Muslim, Ahmad, dan An-Nasai dalam kitab As-Sunan Al-Kubra no. 7581,” kata Haryadi yang juga salah seorang guru di pondok pesantren Mudi Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Bireuwn itu.

Dikisahkan, pengalamannya bergelut dalam dunia pengobatan trasional itu pertama ditekuni semenjak ia pulang dari tetangga jiran Malaysia dan Brunai Darussalam. Dua negara yang masih menggalakkan pengobatan ala Rasulullah hingga kini.

“Saya ingin kembangkan ulang pengobatan Beukam yang dulu dipopulerkan oleh indatu Aceh. Negara luar sana masih lestarikan itu, kenapa kita tidak,” katanya. [] (mal)
 

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar