TERKINI
HISTORI

Besok, Artis Peran Teuku Rifnu Berbagi Pengalaman Akting di AFF

BANDA ACEH - Artis peran Teuku Rifnu Wikana akan berbagi pengalamannya di dunia akting dalam Kelas Aktor yang menjadi bagian dari rangkaian acara Aceh Film…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 613×

BANDA ACEH – Artis peran Teuku Rifnu Wikana akan berbagi pengalamannya di dunia akting dalam Kelas Aktor yang menjadi bagian dari rangkaian acara Aceh Film Festival 2016, Jumat, 21 Oktober 2016. Acara ini akan berlangsung di Hotel Jeumpa Banda Aceh pukul 10:00 WIB.

Direktur Aceh Festival Film Azhari, melalui surat elektronik mengatakan, kelas ini diperuntukkan bagi anggota komunitas fiksi dan teater.

“Teuku Rifnu akan memberi pendalaman dan menguatkan pengetahuan dalam mendukung dan mengakomodir permasalahan-permasalahan keaktoran yang dihadapi sienas Aceh,” ujarnya, Kamis, 20 Oktober 2016.

Tahun ini kata Azhari, AFF mengangkat tema “Hambo” yang berarti ungkapan yang mengandung makna besar bagi masyarakat Aceh, yaitu proses psikis yang melahirkan suatu perbuatan yang harus dilakukan segera serta didukung oleh sikap keberanian dan kemandirian dalam kondisi tertentu.

“Tema besar tersebut tercermin dalam program-program AFF 2016. Tema ini dipilih sebagai ruang refleksi atas apa yang telah terjadi di Aceh terutama persoalan HAM yang pernah terjadi di Aceh, sehingga mampu melahirkan sikap yang berani berpikir, berani memilih, mandiri dalam berbuat melalui proses dialektika seluruh pelaku seni terutama komunitas yang mencintai film,” kata Azhari.

Aceh Film Festival pertama kali diadakan pada tahun 2015 yang diinisiasikan oleh Aceh Documentary, dan ikut serta beberapa komunitas seni serta komunitas fllm di Banda Aceh yang gelisah dengan kondisi sosial dan budaya di Aceh yang notabenenya sebagian anak muda cenderung suka pada wacana dan praktik politik sebagai panglima.

Selain Kelas Aktor, AFF juga diisi dengan serangkaian kegiatan lain di antaranya Gampông Film berupa tontonan layar tancap sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap film karya sineas lokal dan nasional. Gampông Film ini sudah diselenggarakan di 11 kabupaten kota di Aceh yang dibuat di gampông-gampông atau desa.

Ada juga Kelas Kriti Film yang diisi Adrian Jonathan, Pemimpin Redaksi Cienema Poetica, yang mengajak penikmat film untuk melihat film dari sudut pandang kritis dan kerangka sistematika kritis.

“Bahwa film tidak sebatas tontonan. Ada alur kerja dan birokrasi yang mengatur guna, bentuk, waktu, jangkauan, dan kemungkinan kehadirannya di ruang publik.”[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar