BANDA ACEH – Perkembangan film di Aceh selama satu dasawarsa setelah bencana tsunami mulai menunjukkan tingkat perkembangan drastis, baik secara ide cerita maupun teknis sinematografi. Pencapaian ini harus dipertaruhkan dan dipertahankan sebagai salah satu cara untuk membicarakan Aceh ke dunia yang lebih luas dengan juga memberi ruang apresiasi bagi film-film dari luar Aceh.
Hal ini disampaikan Direktur Aceh Film Festival 2015, Azhari, pada pembukaan Aceh Film Festival 2015 pada Rabu, 23 Desember 2015 di GOR Escape Building Kampung Lambung Meuraksa, Banda Aceh. Aceh Film Festival ini terbuka secara nasional dan menerima banyak film baik fiksi maupun dokumenter dengan tema-tema menarik dari para pembuat film dari seluruh Indonesia seperti Makassar, Padang, Jawa Barat, dan Malaysia. Festival ini akan berlangsung sampai 26 Desember 2015 dan akan memilih dua film terbaik dari kategori fiksi dan dokumenter .
“Festival film ini menjadi awal yang penting bagi dunia film di Aceh secara khusus karena dihadiri oleh para beberapa pekerja film tingkat nasional yang sudah terlibat jauh dalam proses produksi karya sinema. Misalnya, Ismael Basbest, sutradara muda yang baru merilis film Mencari Hilal dan terpilih sabagai nominasi film terbaik di arena Festival Film Indonesia (FFI) 2015. Ismel akan menjadi juri untuk kategori film fiksi dan Tedika untuk kategori film dokumenter,” kata Azhari kepada portalsatu.com melalui siaran pers, Jumat, 25 Desember 2015.
Dengan cara ini katanya, perkembangan film di Aceh akan diberi catatan-catatan berharga yang sangat boleh menjadi tambahan energi kreatif untuk memperdalam kualitas estetik dalam segala elemen film seperti skenario, pemeranan, tata artistik, tatasuara, tatarias, tatakamera dan pencahayaan.
“Festival pertama ini juga memiliki program lain seperti gampong film sebagai wahana mendekatkan kembali film-film alternatif pada masyarakat, Aceh Bak Mata Donya yang memutar film produksi luar Aceh tentang Aceh dan Temu Komunitas yang mempertemuakan komunitas film seluruh Aceh.”
Sejak 25 Desember 2015 pemutaran film dan malam anugerah film akan berlangsung di Gedung Sultan II Selim Banda Aceh pada 26 Desember 2015 nanti.[] (ihn)