TAKENGON – Diduga berawal dari cek-cok mulut (pertengkaran) antara Damri dan Wen (abang-adik), warga Desa Asir-Asir Atas, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, rumah peninggalan orang tua mereka dibakar, Minggu malam, 1 November 2015.
Informasi dihimpun portalsatu.com, dalam kejadian sekitar pukul 21.30 WIB itu, Wen tewas. Sejauh ini belum diketahui persis penyebab kematian Wen. Namun, di perutnya bagian kanan terdapat luka sobek. Jenazah Wen telah dibawa ke Badan Layanan Umum (BLUD) Rumah Sakit Datu Beru Takengon untuk divisium.
Warga setempat menyebut kobaran api yang membakar rumah berkonstruksi kayu berlantai dua berhasil dipadamkan sekitar 20 menit setelah beberapa unit pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sejumlah aparat keamanan tampak siaga di TKP.
Menurut sejumlah warga setempat, mulanya Wen dan Damri cek-cok mulut (adu mulut). Kata warga, itu terjadi lantaran Damri melarang Wen yang memasang bendera merah putih di sekeliling bagian atas rumah peninggalan orang tuanya. Rumah itu dilaporkan selama ini sering kosong.