TERKINI
NEWS

Agung Ingin Munas Tapi Ical Menolak, Lalu Bagaimana Cara Satukan Golkar?

Namun ternyata belum dirumuskan konsep rekonsiliasi yang tepat untuk kedua kubu.

DREAM Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 724×

Jakarta – Dimotori Yorrys Raweyai dan Nurdin Halid, Golkar sukses menggelar Silaturrahmi Nasional (Silatnas) yang membuat kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono duduk bersama. Namun tentunya rekonsiliasi masih butuh proses lagi. Apa selanjutnya, Golkar?

Acara Silatnas Golkar yang digarap Nurul Arifin cs, Minggu (1/11) kemarin, terbilang sukses. Ical dan Agung duduk semeja, bahkan terlihat akrab di ujung acara. Begitu juga dengan pengurus Golkar yang sempat berseberangan, terlihat mencair di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, yang selama ini hanya dikuasi Agung cs.

Pembicaraan seputar Golkar pun berkisar pada upaya penyatuan. Apalagi eks Ketum Jusuf Kalla berpidato memberi dorongan agar Golkar segera bersatu. JK pula yang meminta kantor DPP Golkar Slipi tak lagi hanya dikuasai salah satu kubu.

Ical dan Agung juga selalu bicara soal persatuan Golkar. Ical bahkan menyebut sudah ada sejumlah kesepakatan yang dicapai pihaknya dengan Agung Laksono terkait upaya rekonsiliasi.

“Saya dan Pak Agung sudah sama-sama ketemu, sudah pertama kali. Sudah ada beberapa kesepatan dan nanti akan ketemu lagi bersama-sama akan membahas sampai selesai begitu,” ujar Ical, kemarin.

Namun ternyata belum dirumuskan konsep rekonsiliasi yang tepat untuk kedua kubu. Ical menolak jika Golkar kembali menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Kalau munaslub tidak ada. Tapi, nanti ikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, nanti kita bersama-sama menentukan,” kata Ical.

Soal Munas ini lah yang masih menjadi titik perbedaan kedua kubu. Jika Ical menolak Munas, Agung malah mendorong penyelenggaraan munas.

“Yang paling baik adalah bermuara di Munas. Kami akan terus mencari cara yang terbaik untuk implementasikan malam hari ini kan silaturahmi, teknis penyatuan sedang dicari dan berujung pada munas,” ujar Agung

Agung berargumen munas merupakan langkah yang sesuai dengan amanah partai. Silatnas kemarin harus segera diteruskan ke munas.

“Format (rekonsiliasinya -red) memang belum. Dan, yang paling baik adalah bermuara di Musyawarah Nasional,” ulasnya.

Dengan perbedaan pendapat soal proses rekonsiliasi, bagaimana cara mempersatukan Golkar setelah Silatnas? [] Sumber: detik.com

 

DREAM
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar