BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar rapat koordinasi dengan Forum Paguyuban Mahasiswa dan Paguyuban Aceh (FPMPA) di Aula Sekretariat DPD-RI Komplek Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu, 16 April 2017. 

Wakil Ketua BEM Unsyiah Dedi Safriadi mengatakan, kegiatan yang melibatkan beberapa paguyuban mahasiswa seluruh kabupaten/kota di Aceh merupakan silaturrahmi antara BEM Unsyiah dengan lembaga eksternal kampus berbasis kedaerahan.

“Kami menyadari bahwa mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh khususnya Unsyiah berasal dari berbagai daerah. Itu artinya BEM dan paguyuban tidak terpisahkan, dan terus bersinergi,” kata Dedi Safriadi.

Di dalam rapat koordinasi tersebut, BEM Unsyiah membacakan pernyataan sikap mendukung lahirnya Qanun Kepemudaan Aceh.

“BEM Unsyiah siap bersama-sama FPMPA mendorong lahirnya Qanun Kepemudaan Aceh”, kata Dedi Safriadi.

Sudirman selaku Ketua FPMPA sangat mengapresiasi atas inisiatif BEM Unsyiah telah menyelanggarakan rapat koordinasi tersebut. Selain itu, Sudirman juga mengatakan FPMPA bersama kawan-kawan paguyuban laim siap mendukung program-program BEM Unsyiah.

“Apresiasi dan ucapan terimakasih untuk BEM Unsyiah. Selama ini terkesan ada jarak pemisah antara BEM dan paguyuban, namun BEM Unsyiah kali ini membuktikan bahwa BEM tidak eklusif dan welcome dengan paguyuban,” kata Sudirman.

Acara kegiatan rapat koordinasi tersebut, selain dihadiri oleh paguyuban kabupaten/kota se-Aceh, juga dihadiri oleh paguyuban Forum Silaturrahmi Mahasiswa Sumatera Utara (Formasu).[]