ACEH BESAR - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekkes Aceh berkerja sama dengan Sekolah Anti-Korupsi Aceh (SAKA) dan Bung Hatta Anti-Coruption Award (BHACA), memperingati Hari Antikorupsi…
ACEH BESAR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekkes Aceh berkerja sama dengan Sekolah Anti-Korupsi Aceh (SAKA) dan Bung Hatta Anti-Coruption Award (BHACA), memperingati Hari Antikorupsi Internasional dengan menyelenggarakan diskusi musikal, di Gedung Lauser, Lantai 3 Direktorat Poltekkes Aceh, Aceh Besar, Rabu, 2 Desember 2015.
Acara bertajuk “Semangat Bersih untuk Negeri” ini menghadirkan Band Simponi, peraih juara I Sound of Freedom 2014 di London-Inggris.
Direktur Eksekutif Bung Hatta Anti Coruption Award (BHACA) M. Berkah Gamulya mengatakan, Bung Hatta merupakan sosok yang patut menjadi panutan. “Bung Hatta adalah sosok yang sederhana, cerdas, pintar,” katanya.
Menurut Gamulya, Bung Hatta sosok yang selalu memisahkan kepentingan prabadi dan pemerintah (ketika menjabat Wapres). “Tidak pernah meminta pelayanan yang wah (super) untuk kepentingannya,” ujar dia.
Sedangkan pejabat pemerintahan saat ini, kata Gamulya, sangat berbeda, mencampur adukkan kepentingan pribadi dan posisi (jabatan) diperoleh. Bahkan parahnya, jabatannya tersebut dimanfaatkan.
Ia juga mencontohkan, kasus asap yang terjadi Riau, Jambi dan beberapa wilayah di Indonesia lainnya juga akibat tindakan korupsi. “Karena di sana ada perjanjian pejabat dan pemilik saham. Singkatnya, ada perizinan yang terindikasi korupsi,” katanya. Hal ini, kata dia, terbukti dengan banyak pejabat daerah yang terjerat kasus korupsi.
Gamuulya mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk memerangi dan menjauhi tindakan korupsi. “Semoga Aceh dan Indonesia bebas dari korupsi kedepannya,” kata dia.[]
Laporan: Murti Ali Lingga