SINGKIL – Situasi di Kabupaten Aceh Singkil dilaporkan berangsur kondusif pada Selasa, 13 Oktober 2015 petang. Namun ratusan massa di Kecamatan Gunung Meriah masih bertahan setelah terjadi pembakaran sebuah rumah ibadah yang disebut undung-undung di Desa Sukamakmu, Kecamatan Gunung Meriah, Singkil.
Fajar, salah satu warga Gunung Meuriah kepada portalsatu.com melalui sambungan telepon, sekitar pukul 17.00 WIB, mengatakan massa masih bersiaga di kecamatan tersebut. Menurutnya dua orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya luka berat, termasuk salah satunya adalah anggota TNI, pasca kejadian.
Mereka yang meninggal akibat terkena senjata rakitan, saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Singkil, sedangkan 3 lainnya sedang dilakukan perawatan, kata Fajar.
Dia mengatakan saat ini ada massa yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam maupun senapan berburu. Mereka siaga di daerah perkampungan.
Mereka yang kontra saat ini sedang berada di atas (perbukitan-red),” ujar Fajar.
Menurut Fajar, saat ini Tim Polres Singkil beserta jajaran TNI setempat masih berada di lokasi guna mencegah terjadinya konflik lanjutan.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Safriadi bersama jajaran Muspida telah menggelar rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan sejumlah Ormas di Aceh Singkil, Senin kemarin.
Hasil rapat koordinasi dengan para pihak terkait disepakati akan dilakukan pembongkaran 10 gereja mulai 19 Oktober 2015. Sedangkan gereja lainnya yang tidak dibongkar, diminta segera mengurus izin sesuai persyaratan diatur undang-undang tentang pendirian rumah ibadah. Saat ini terdapat sekitar 23 gereja di Aceh Singkil.
Namun menurut Fajar ada beberapa warga yang tidak puas dengan hasil rapat tersebut dan menginginkan pembongkaran rumah ibadah dilakukan secepatnya. Hal inilah yang kemudian menyulut bentrokan antara kedua belah pihak tersebut.[](bna)