IDI RAYEUK – Anggota DPD RI asal Aceh, Rafly, mengatakan kasus kelompok Din Minimi perlu diselesaikan secara dialogis. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai portalsatu.com di Aula serba Guna Idi Rayeuk, Rabu, 25 November 2015.

“Permasalahan kelompok bersenjata Din Minimi ini hanya terhambat dari ruang komunikasi yang sempit, dan saya yakin kelompok itu bisa diselesaikan secara diskusi,” ujar Rafly.

Menurut Rafly permasalahan kelompok Din Minimi hanya kesalahpahaman strategi dalam menunjukkan kontribusinya untuk Aceh.

“Jangan melihat itu dari konspirasi politik. Di sini kita juga perlu memahami mereka adalah kelompok bersenjata yang mungkin belum memahami bagaimana strategi yang digunakan untuk memberi konstribusi kepada pemerintah Aceh. Jadi dengan kondisi yang seperti ini marilah pemerintah kabupaten dan Pemerintah Aceh segera duduk berdiskusi melakukan upaya yang produktif  untuk menyelesaikan dan jangan biarkan mereka (kelompok DM) seperti itu,” katanya.

Rafly juga berharap semua pihak tidak mengedepankan sikap ego dalam penyelesaian kasus Din Minimi.

“Saya harap kepada seluruh komponen segera duduk berdiskusi agar kelompok itu bisa diselesaikan dengan akal sehat. Untuk apa ditahan-tahan dengan sikap yang tidak jelas, berikan mereka ruang komunikasi, supaya kita benar-benar menitipkan perdamaain yang monumental untuk Aceh,” kata Rafly.[]