JANTHO – Memperingati Troh Thon Tsunami, masyarakat Kecamatan Leupung menggelar doa. Selain itu, masyarakat makan bersama atau kenduri kuah beulangong di Masjid Al Ikhlas Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 26 Desember 2015.

Ketua Forum Kecamatan Leupung, Drs. H. Rusli M. Ali, M.M., mengatakan, ini kesempatan untuk merenungkan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Mudah-mudahan peristiwa itu (tsunami) tidak kita rasakan lagi. Maka hari ini kita sama-sama mendoakan arwah (korban tsunami) yang telah mendahului kita,” kata Rusli dalam sambutannya pagi tadi.

Ia mengatakan, orang yang cerdas mampu menyiapkan diri untuk kembali pada Allah SWT, bukan orang yang pintar mencari uang.

Lebih lanjut, Rusli mengatakan modal dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah dari hasil kekayaan alam di Leupung, yaitu dari PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) yang mengambil air bersih di kawasan Leupung.

“Tugas kita adalah mengamankan pipa milik pabrik semen tersebut karena telah membantu masyarakat Leupung dari awal hingga seterusnya dengan dana 30 juta per bulan untuk mengamankan pipa tersebut dari mesin sampai ke pabrik semen,” katanya.

Ia mengatakan dana yang dialokasikan dari pabrik semen tersebut untuk pembinaan masyarakat pada dua kecamatan, yaitu Lhoknga dan Leupung dengan jumlah 3 miliar per tahun.

Selain itu, modal melaksanakan kenduri ini juga dari masyarakat setempat berjumlah Rp78 juta. “Ini semua dari seluruh lapisan masyarakat yang membantu mulai dari nasi bungkus sampai air mineral dan dana khusus kegiatan ini,” ujar Rusli.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung acara Troh Thon Tsunami ini.

“Dan mendoakan kepada semua orangtua, anak, kakak, abang dan adik yang telah mendahului kita semua. Dan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari enam gampong yang begitu antusias bekerja dari kemarin, semalam hingga hari ini,” ujar Rusli.

Amatan portalsatu.com masyarakat yang hadir berdoa tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Seluruh masjid penuh mengikuti doa bersama dipimpin Teungku Ikhsan Zainuddin, putra Leupung, Aceh Besar.[]