BIREUEN – Kepolisian jajaran resor Bireuen mengamankan sebuah benda mencurigakan yang diduga bahan peledak di Gereja Methodis Indonesia (GMI) Bireuen. Benda tersebut diperkirakan diletakkan Orang Tak Dikenal (OTK) di pintu masuk GMI Bireuen, Senin, 7 November 2016.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian resor Bireuen, awalnya benda mencurigakan tersebut ditemukan oleh anggota Kodim 0111 Bireuen, Serda Konindo Samosir yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah. Ia melihat benda tak lazim dalam bungkusan di depan pintu masuk Gereja sekira pukul 07.05 WIB.
Tak lama kemudian salah seorang personel Polres Bireuen, Bripka Herman yang saat itu sedang berangkat dari rumah untuk apel pagi di Polres juga melintas di jalan tersebut dan melihat hal yang sama.
Selanjutnya Bripka Herman menghubungi Kasat dan Kabag Ops Polres Bireuen. Ia melaporkan penemuan benda tersebut. Kemudian personil Polsek dan Polres Bireuen tiba dan mengamankan TKP yang dipimpin langsung oleh Kapolres, Dandim, Wakapolres, Kabag Ops, Kasat, Kapolsek Kota Juang, serta Danramil setempat.
Berdasarkan informasi resmi dari pihak kepolisian resor Bireuen yang diterima portalsatu.com, benda mencurigakan tersebut berbentuk tabung berdiameter 15 cm dengan panjang 30 cm. Tabung tersebut dibalut dengan lakban coklat dan memiliki antena serta kabel atau wayer.
Kapolres Bireun, AKBP Heru Novianto menghimabu agar masyarakat tidak panik karena benda mencurigakan tersebut belum tentu jenis bahan peledak. Pihak kepolisian pun sedang melakukan proses penyelidikan untuk memastikan apakah benda tersebut termasuk bahan peledak atau bukan.
“Benda ini belum tentu bom. Kita masih menunggu proses discropter atau penguraian oleh tim Jibom. Pesan saya, masyarakat tidak perlu resah. Di Aceh tidak ada sejarah konflik karena agama atau ras,” kata dia.[]