BANDA ACEH – Produser Film Eumpang Breuh dari rumah produksi Dhien Keramik, Ayah Nu, mengatakan dunia perfilman Aceh kerap mendapat tanggapan negatif dari masyarakat. Pasalnya, gaya berbicara artis lokal dalam bahasa Aceh tidak mencerminkan putra daerah.

Kon logat Aceh jih yang bermasalah, tapi cara peugah haba artis Aceh nyan yang hana lagee ureung Aceh peugah haba,” kata Ayah Nu ketika ditemui di sela-sela casting film Balada Saboh Cinta di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Jumat, 11 Desember 2015.

Seperti diketahui Dhien Keramik bakal merilis film terbaru Balada Saboh Cinta. Rumah produksi yang juga merilis film Eumpang Breuh ini menjaring pemeran tokoh utama melalui program casting artis Aceh di Taman Sri Ratu Safiatuddin. Casting yang tidak dipungut biaya kepada peserta ini dilakukan untuk mencari dua pemeran tokoh pria dan satu pemeran wanita. 

“Kalau ada yang cocok dan pas untuk jadi pemeran tokoh utamanya, kita akan luluskan. Selebihnya kita pilih untuk figuran kalau ada,” kata Produser Balada Saboh Cinta, Ayah Nu, ketika ditemui di lokasi cashting.

Dia mengatakan cashting untuk mencari artis baru ini dilakukan hanya sehari. 

Loe yang berminat neuk ikot casting. Jadi ta peugot siuroe sagai. Nyoe ta peugot si uroe, hana yang trouh dari jioh dan payah nginap,” katanya.[](bna)

Laporan: Fira Zakya