SIGLI – Desa Sarah Panyang dan Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie, terisolir lantaran badan jalan tertutup tumpukan sampah yang menggunung setelah banjir melanda kawasan itu, Kamis/kemarin.
“Tumpukan sampah kayu dan pasir bekas banjir menutup jalan menuju dua desa sehingga tidak bisa dilewati,” ujar Edi, Sekretaris Desa Blang Dhot, Kecamatan Tangse kepada portalsatu.com, Jumat, 11 Desember 2015.
Menurut dia, untuk membuka kembali akses ke desa tersebut, pemerintah harus segera menurunkan alat berat guna memindahkan sampah banjir yang menumpuk. “Sebab kalau tidak, warga di sana terus terkurung.
Dilakukan pembersihan secara manual tidak mungkin, karena sampah kayu besar dan pasir menggunung menutup jalan. Jadi harus digunakan beko,” kata Edi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Apriadi mengakui dua desa itu terisolir. Kata dia, saat ini sudah diturunkan alat berat untuk melakukan pembersihan. ” Sudah kita turunkan beko ke lokasi untuk membersihkan sampah banjir,” terangnya.
Namun, dia mengaku agak kewalahan karena keterbatasan alat berat, sehingga lamban penanganannya. Alat berat di Dinas SDA dan Dinas BMCK, menurutnya, masih digunakan pihak ke tiga untuk pengerjaan proyek.
“Kan tidak mungkin juga kita alihkan sementara, karena mereka pun harus menyelesaikan proyek yang batas waktu mau berakhir,” ujar Apriadi.
Ia menyebut pihaknya terus berupaya agar penanganan dampak banjir cepat selesai. “Dan kepada masyarakat kami harap dapat bersabar,” katanya.[]