LHOKSUKON – Banjir yang melanda Desa Buket Linteung dan Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara telah surut sejak Minggu, 25 Oktober 2015 sore. Masyarakat di kawasan pedalaman itu kini mengaku kesulitan untuk makan karena belum bisa mencari rezeki dengan berkebun.

“Meski banjir telah surut, masyarakat masih waspada akan banjir susulan. Perabotan rumah dan barang elektronik masih diungsikan di atas loteng dan tempat yang lebih tinggi. Saat ini masyarakat sedang membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir,” kata Geuchik Desa Leubok Pusaka, Jaharuddin, kepada portalsatu.com, Senin, 26 Oktober 2015.

Menurutnya saat ini masyarakat mulai kelimpungan memenuhi kebutuhan hidup keluarga, khususnya untuk biaya makan sehari-hari. Hal itu karena mereka belum bisa berkebun usai direndam banjir.

“Coklat banyak yang membusuk, padahal sudah siap panen. Sudah sepekan masyarakat di sini tidak ada pemasukan. Kami harap ada bantuan dari pemerintah, khususnya bantuan logistik,” ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Amir Hamzah secara terpisah mengaku baru pulang dari Banda Aceh. Namun dia mendapat informasi tidak banyak warga yang mengungsi.

“Kepada geuchik, saya harap melakukan pendataan dengan akurat lalu laporkan ke camat. Nantinya camat yang akan meneruskan ke Bupati Aceh Utara terkait korban banjir tersebut. Nantinya akan dilakukan rapat koordinasi di kabupaten,” ujar Amir Hamzah.[](bna)