TAKENGON – Bakar Djali resmi menjadi Imum Mukim Kebayakan untuk kedua kalinya setelah dilantik oleh Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, di Masjid Al-Ikhlas Kampung Pinangan, Rabu,30 Desember 2015. Pelantikan Bakar disaksikan masyarakat dan unsur pimpinan kecamatan setempat.

Sebelumnya, Bakar telah menjadi imum mukim perode 2010-2015, kemudian mengikuti pemilihan sekali lagi pada pertengahan November lalu. “Ada tiga kandidat yang ikut dalam pemilihan Imum Mukim Kebayakan beberapa waktu lalu. Di antaranya, incumbent Bakar Djali, Kasmin dan Mauhalizar,” ujar Camat Kebayakan, Aulia, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Aulia menyebutkan, Bakar berhasil meraih 87 suara, disusul dua kandidat lainnya, Kasmin 26 suara dan Mauhalizar 24 suara. Pemilihan imum mukim tidak melibatkan seluruh masyarakat, melainkan hanya suara dari reje, teungku imum, petue, ketua RGM, unsur pemuda dan perwakilan wanita dari 23 kampung di Kecamatan Kebayakan.

“Kita harapkan imum mukim yang baru dilantik dapat menjalankan fungsi pelestarian adat, koordinasi dengan aparat kampung dan kecamatan, menyerap aspirasi masyarakat dan menjadi panutan dalam menjaga keasrian lingkungan dan hutan,” kata Aulia.

Sementara Bupati Nasaruddin menyoroti peran imum mukim dalam menjaga dan melestarikan adat di tengah masyarakat. Hal ini, menurutnya, sangat erat kaitan dengan kecenderungan adat yang semakin terkikis atau bahkan hilang.

Nasaruddin mencontohkan, perilaku keseharian dalam rumah tangga, bagaimana seorang anak seharusnya bersikap terhadap orang tua. Demikian pula bagaimana sikap yang harus ditunjukkan menantu kepada mertua, semua mestinya tertib sesuai dengan adat yang diwariskan turun temurun.

“Disinilah peran imum mukim untuk tetap mengawal agar adat dan budaya positif yang sesuai dengan tuntunan agama dapat dibangkitkan kembali dan dipertahankan kelestariannya,” ujar Nasaruddin.

Di samping berhubungan dengan keberadaan imum mukim baru, Nasaruddin juga mengharapkan dukungan masyarakat terkait pembenahan jalan di kawasan Kecamatan Kebayakan, sehingga dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mendapat nilai tambah ekonomi.[] (Rel)