SIGLI – Seorang warga miskin di Gampong Labui Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Abdul Manaf (58) berharap adanya bantuan rumah layak huni. Walaupun gubuk huniannya sudah beberapa kali didata untuk mendapatkan rumah bantuan, namun belum datang sampai kini.
Manaf tinggal di rumah gubuk bersama istri dan 5 orang anaknya. Kesehariannya, ia harus berkerja keras sebagai buruh tani demi mengasapi dapur mereka.
“Hasil kerja hanya cukup untuk memberi makan anak istri saja, sehingga tidak mampu menyisihkan untuk membangun rumah,” katanya, kepada portalsatu.com, Rabu 30 Desember 2015.
Pria asal Aceh Utara yang merantau ke Pidie sejak lajang ini, mengaku kadang kala harus bekerja sebagai pemanjat kelapa untuk menambah penghasilan untuk biaya sekolah anak-anaknya.
Bagi saya pendidikan anak sangat penting agar tidak bernasib seperti saya,” tutur Abdul Manaf didampingi istrinya Rosmani.
Keadaan seperti itu membuat dirinya tidak mampu membuat rumah layak huni hingga saat ini. Dia bersama keluarga tidur di dalam gubuk kecil berdinding tepas bambu dan berlantai tanah.
Menurutnya sudah beberapa kali dilakukan pendataan dari berbagai kalangan datang dan memotret rumahnya, namun sejauh ini belum ada tanda-tanda dibangun.
“Bahkan pertengahan 2015 ini ada orang datang mendata dan minta uang administrasi Rp 250 ribu, orang itu bilang dalam waktu dekat akan dibangun. Tahun sudah berakhir, rumah saya belum juga dibangun,” kata Manaf dengan harapan pemerintah dapat membangun rumahnya.[](tyb)